Sebelum Ke Malang Kamu Sepatutnya Mengtahui Sebagian Hal Ini


Kamu sering melaksanakan Liburan Keluarga ke Malang ? Tapi hingga sekarang belum tahu apa saja perihal malang? Untuk itu sebelum berangkat ada pantasnya untuk mengetahui tentang Malang supaya jalan-jalannya nanti lebih afdol dan tidak membosankan.
Panduan Kiat Pergi Liburan Ke Malang
Malang yakni kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Populasinya hingga sekarang diperkirakan sekitar 1.2 juta orang. Malang yakni salah satu kota pendidikan yang trennya sedang menanjak tahun 2015 ini. Beberapa Universitas unggulan di Jawa Timur berada di Malang. Diantaranya seperti Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Malang juga memiliki nilai historis yang panjang. Berdasarkan sejarah, Malang merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Kanjuruhan dan Singosari pada abad ke 8. Kemudian pada abat ke 17, Malang yakni salah satu daerah yang masuk dalam kekuasaan Kerajaan Mataram yang berkonsentrasi di Yogyakarta. Pada dikala itu Kerajaan sudah berada di bawah pengawasan kolonial Belanda.
Kawasan Malang yang lokasinya dekat dengan sebagian pusat Kerajaan seperti Mojokerto, menciptakan banyak peninggalan situs sejarah yang berada di Malang. Dari arsitekturnya yakni kerajaan Hindu dengan pura yang berundak-undak menerapkan batu bata merah.

Bahkan pada dikala zaman penjajahan Belanda, Kota Malang sudah benar-benar populer karena udaranya yang segar dan familiar sebagai daerah yang dingin. Pemandangan daerah Kota Malang malahan telah dikenal sejak zaman dulu benar-benar cantik. Apalagi Malang adalah daerah favorit sebagai persinggahan karena dekat dengan Surabaya sebagai pusat perdagangan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Salah satu pesona Malang yang tak bisa ditandingi yakni lokasinya yang dikelilingi Gunung Kawi, Gunung Bromo-Tengger-Semeru yang juga yakni wilayah konservasi hutan. Salah satu panorama paling menarik di Malang tentu saja keindahan alamnya yang memesona.Secara lagi Malang mempunyai banyak tempat tamasya yang amat komplit dengan harga yang sungguh-sungguh relatif murah.

Dari Surabaya ke Malang dapat dicapai dengan memakai Kereta Api, Bis, Kendaraan Pribadi bahkan Pesawat. Dengan jarak sekitar 90 km bisa ditempuh kaprah-kira dengan durasi selama 2 jam perjalanan.

Wilayah Utama Malang

Malang Selatan ialah dataran tinggi yang cukup luas dan diterapkan untuk lahan industri. Kecamatan termasuk dalam wilayah Selatan adalah Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji.
Malang Utara adalah dataran tinggi yang subur dan benar-benar layak untuk lahan pertanian dan perkebunan. Kecamatan yang termasuk wilayah Utara yaitu Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso.
Malang Timur yaitu dataran tinggi yang kurang subur. Kecamatan yang termasuk wilayah Timur yakni Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang.
Malang Barat ialah dataran tinggi yang betul-betul luas sehingga diciptakan sentra pengajaran dan bisnis. Kecamatan yang yaitu kawasan Barat ialah Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau.
Sejarah Malang
Kawasan cekungan Malang telah ada semenjak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar daerah ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Kawasan Dinoyo dan Tlogomas diketahui adalah wilayah pemukiman prasejarah.

Selanjutnya, pelbagai prasasti (seumpama Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta bermacam gerabah ditemukan dari jangka waktu akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.

Berjenis-jenis anggapan para pakar masih meneliti asal nama kota Malang. Dipercaya bahwa Malang berasal dari kata Malangkucecwara (dibaca Malangkusheshwara) yang ketika ini tertulis pada lambang kota Malang. Kata Malangkucecwara diperkirakan sebuah nama bangunan di daerah Surabaya-Malang.

Nama bangunan hal yang demikian ditemukan dalam prasasti Raja Balitung Jawa Tengah yakni Prasasti Mantyasih tahun 907 dan prasasti lainnya pada tahun 908. Beberapa pendapat bahwa prasasti tersebut ditemukan pertama kali di tempat Tumpang.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yaitu mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti “Maha”. Sehingga, Malangkuçeçwara berarti “Tuhan telah menghancurkan kebatilan”.

Tapi ada juga yang menganggap bahwa Malang berasal dari sebuah kisah dikala kerajaan Mataram mau memperluas wilayah sampai ke Jawa Timur. Tapi Sunan Mataram tak demikian itu saja mudah mengalahkan Malang karena perlawanan yang sengit dari rakyat tempat yang dikala ini disebut Malang. Karena banyak rakyat yang menghalang-halangi, membangkang atau malang niat Sunan Mataram, sampai kini disebut sebagai kita Malang.

Terhitung sebagian kerajaan pernah berdiri di Malang seperti kerajaan Singasari (1000 tahun sesudah Masehi), kerajaan Kanjuruhan dan kerajaan kecil yang dibangun oleh mantan Patih Majapahit yang lari ke Malang ketika ditaklukkan oleh Islam.

Pada ketika masa kononial Belanda, Malang yaitu tempat yang tumbuh dan berkembang dengan cepat karena dipilih sebagai salah satu daerah unggulan untuk persinggahan. Salah satu simbol bangunan Ijen Boullevard yang ialah pemukiman khusus bangsa Belanda dan Eropa yang datang ke Malang. Dengan berkuasanya kolonial Belanda di Malang tentu saja membuat warga pribumi tersingkirkan dan tinggal di pinggir-pinggir kota Malang.

Kesudahannya Malang berkembang cukup pesat sesudah dibangunnya rute trek kereta api pada tahun 1879. Komoditas kebutuhan masyarakat diangkut dengan menggunakan kereta api. Karena berkembang cukup cepat, Malang akhirnya berubah menjadi daerah pemukiman dan industri pada zamannya karena jalan masuk yang cukup dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.




About the Author
Yildirim Bentley Kamu sering melaksanakan Liburan Keluarga ke Malang ? Tapi hingga sekarang belum tahu apa saja perihal malang? Untuk itu sebelu

You must logged in for view and post comments.

loading...